Sebuah Ide Dari THE COPET

Tulisan ini saya ambil dari mailist Palafne (email tgl 13 November 2008)

Salam Rimba!!!


Dua hari lalu Bondan PLF'98 berkunjung kerumah saya (tp gak bawa oleh2), lalu kami ngobrol2, dari hasil obrolan setelah saya renungkan saya punya ide mutakhir (sebenarnya sih adopsi dari tempat lain). Kita adakan semacam acara tahunan yang melibatkan semua anggota aktif dan anggota alumni. acara yang dalam benak saya diberi nama DOREMI (dolan bareng alumni) merupakan ajang untuk lebih mendekatkan hubungan antar anggota dan alumni sekaligus menjaga tali persaudaraan.


Acara bisa berupa Fun Camping dimana semua orang terlibat aktif dalam acara (bisa ajak anggota keluarga) agenda acara sendiri bisa dirembug misalnya sambung rasa, fun game dll. Dalam khayalan saya acara ini rutin diadakan misalnya setiap bulan Juni tanggal menyesuaikan (sabtu minggu) sehingga akan menjadi Hari Raya bagi PALAFNE yang ditunggu2 semua anggota, setiap bulan Juni tiba dengan antusias semua keluarga Palafne yang berada diluar DIY berbondong2 ke Jogja (hukumnya wajib bagi yang mampu/koyo haji) dengan membawa pemikiran, ide, rasa kangen, harapan dsb...piye? Bermutu ra? Nek bermutu tak terusne sesuk.


(Email lanjutnya...)

Pemilihan lokasi di Jogja bukan karena aku ada di Jogja ato gak mau berkunjung ke tempat lain, tapi lebih karena tujuan awalnya adalah acara bersama antara anggota aktif dan alumni sehingga sudah seyogyanya alumni yang pulang ke Kampung Palafne. Selain itu kepanitiaan akan lebih mudah dibentuk (lebih afdol lagi kalo menjadi salah satu agenda kegiatan tahunan Palafne seperti latsar, pendakian masal, suksesi dll) dan sarana akomodasi bagi saudara yang datang dari jauh lebih mudah, bisa dirumah anggota yang asli YK, bisa dikampus sekalian nostalgila, ato yang budget cukup hotel di Jogja cukup variatif dalam harga. Ditambah lagi seperti layaknya hari besar keagamaan sudah sepantasnyalah saat hari DOREMI saudara2 kita kakak terrcinta menengok adik2nya dikampung Palafne.

BTW aku kembali kedunia khayal bentar ya... Hari ini tanggal 13 maret 2012 sebulan terakhir dan mungkin beberapa bulan kedepan HPku berbunyi terus baik itu SMS maupun telpon dari teman2 lama alumni palafne, hampir semuanya menanyakan acara doremi tahun 2012 tanggal berapa? ada juga yang cuma SMS : Juni udah dekat loh ayo pada nabung buat DOREMI, ada lagi yang telpon gini : eh dikantorku mo ada rekruitment pegawai loh bilangin ma temen2 PLF yang hampir lulus ato barusan lulus yang berminat bekerja ditempatku kalimantan suruh nyiapin persyaratannya ntar pas Doremi kasih ke aku tak bawa kekantor sekalian.


Ada yang mengeluh gini: wah anakku mulai ra sabar pengen cepet2 liburan sekolah trus dolan nang kampuse papa biyen, ada juga yang bilang eh bisnis jual beli paku yang aku jalani maju pesat loh, aku udah mulai kualahan ayo siapa yang mo gabung kerja sama bisnis ma aku besok pas doremi kita obrolin ya....Sementara anggota aktif mulai sibuk menyiapkan tempat buat doremi yang tahun ini akan diselenggarakan di Kalikuning karena tahun kemarin udah di pantai, bag. skretariat dikampus udah mulai menerimapendaftaran baik via e mail maupun telepon, bendahara sibuk cek transfer dari peserta bahkan pihak kampus menyiapkan penyambutan juga... Zzz...Zzzz Zzzzz...Zzzzzz...Zzzzzz.

Rehabilitasi Karang Berbasis Masyarakat

Saat ini LINI sedang bekerja sama dengan masyarakat di Desa Yeh Biu, Patas Kecamatan Buleleng, Bali untuk merehabilitasi terumbu karang di desa mereka dengan cara menempatkan terumbu buatan di lokasi-lokasi yang karangnya sudah rusak. Dan untuk meningkatkan penutupan karang , karang hasil transplantasi kemudian dilekatkan ke substrat buatan sepanjang kira-kira 1-2 meter.

Salah satu bentuk rehabilitasi yang lain adalah memasang sebuah “Hexadome” di dasar perairan. Hexadome ini adalah sebuah struktur menyerupai kubah enam sisi yang dikembangkan oleh Organisasi Penyelam Iilmiah dari Association Diving School (ADS International) yang saat ini sedang diujicobakan di beberapa tempat di Bali.

Pada kubah ini terdapat permukaan yang cukup luas yang memungkinkan karang dan organisme lainnya untuk melekat dan bertumbuh. Susunan kubah-kubah ini juga akan membentuk pemandangan tiga dimensi di dasar perairan dan menjadi tempat perlindungan sejumlah besar ikan. Kubah hexadome ini akan bertahan selama bertahun-tahun dan mendukung terumbu karang alami untuk bisa kembali membaik kondisinya. hexadome2edit_400

Setelah sekian lama melihat kehancuran yang terjadi pada terumbu karang di wilayahnya, kelompok nelayan di desa ini akhirnya menyadari pentingnya melakukan rehabilitasi terumbu karang. Beberapa manfaat yang akan diperoleh antara lain adalah terlindungnya pantai dari hantaman ombak atau badai, serta persediaan sumber makanan atau ikan hias, sehingga para nelayan tidak perlu pergi jauh untuk dalam menangkap ikan. Kubah-kubah yang terpasang di bawah air tersebut juga akan membuka kesempatan mendatangkan turis, yaitu dalam kegiatan snorkeling.

Sadar bahwa sumberdaya tempat menggantungkan hidup sebenarnya sudah mulai menurun sejak 20 tahun lalu, para nelayan diawal tahun ini (2008) meminta LINI untuk memberikan pelatihan tentang cara penangkapan ikan hias yang ramah lingkungan sekaligus membantu melindungi terumbu karang. Dan adalah misi dari LINI untuk membantu masyarakat yang benar-benar ingin merubah perilaku dan cara tangkap mereka. Para ilmiawan LINI dan nelayan Yeh Biu selanjutnya akan melakukan monitoring dan dengan cermat mencatat perkembangan pertumbuhan karang dan peningkatan jumlah ikan selama program ini berjalan. Lebih jauh, diharapkan para nelayan tetap dapat mencari ikan untuk menghidupi keluarganya, bedanya adalah sekaligus melakukan pengelolaan dan perlindungan terumbu karang di desa mereka. LINI berencana untuk melakukan restorasi karang dan memasang terumbu buatan di 7 lokasi yang ada di Bali dalam 5 tahun mendatang. Bila hal ini berjalan lancar, maka totalnya akan terpasang setidaknya 100 unit terumbu buatan di masing-masing lokasi.

Karang transplantasi di meja besi 400 Biaya satu buah terumbu buatan berukuran satu meter adalah Rp 60.000 ( USD 5) dan ongkos untuk menempatkannya di laut (tenaga, perahu dan bahan bakar) adalah sekitar Rp 600.000,- per hari (USD 55). Dalam satu kali kegiatan pemasangan dapat ditempatkan 10 buah substrat buatan dengan biaya Rp 1.500.000,- (~USD 150). Masing-masing kubah hexadome berbiaya sekitar USD 200, termasuk ongkos pembuatan, pemasangan dan monitoring. Dengan demikian akan lebih efisien bila kubah-kubah ini dibuat dalam jumlah banyak.

Jalur Pendakian

Kamus Istilah Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelang-sungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup

Pembangunan Berkelanjutan yang Berwa-wasan Lingkungan Hidup adalah upaya sadar dan terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.

Ekosistem adalah tatanan unsure lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuk menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.

Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup adalah rangkaian untuk memelihara kelang-sungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup

Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendu-kung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Pelestarian Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan/atau dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain.

Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya.

Pelestarian Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang dibuang ke dalamnya.

Sumber Daya adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya alam, baik hayati maupun non hayati, dan sumber daya buatan.

Baku Mutu Lingkungan Hidup adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsure lingkungan hidup,

Pencemaran Lingkungan Hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan ling-kungan hidup tidak bisa berfungsi lkagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan,

Dampak Lingkungan Hidup adalah pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

(Sumber: UU.No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)